PRABUMULIH | Mata Pena News Kecelakaan maut melibatkan Kereta Api (KA) Bukit Serelo dan sebuah mobil Isuzu Panther terjadi di Jalan Pakjo, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan KA Bukit Serelo yang diketahui melaju dari arah Lubuklinggau menuju Palembang dengan mobil Isuzu Panther warna putih bernomor polisi BG 1328 DF yang melaju dari arah Pakjo menuju Sukajadi.
Benturan keras antara kereta api dan mobil tersebut membuat Panther terpental. Sejumlah penumpang dilaporkan bahkan terlempar keluar dari kendaraan.
Informasi sementara yang dihimpun di lokasi menyebutkan lima orang yang berada di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia. Para korban diduga masih memiliki hubungan keluarga.
Di lokasi kejadian, warga juga menemukan kartu keluarga yang memuat sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan para korban. Namun, untuk menjaga privasi dan menghindari kesalahan identifikasi, identitas korban belum dipublikasikan secara lengkap.
Sejumlah korban sementara disebut menggunakan inisial S, M, N.A., dan M.R., sedangkan identitas korban kelima masih menunggu pendataan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
benturan keras, korban terlempar
Salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Suwardi, mengatakan benturan antara kereta api dan mobil berlangsung sangat keras.
“Mobil ditabrak kereta, kemudian terpental. Ada penumpang yang sampai keluar dari mobil,” ujarnya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi korban.
Petugas kepolisian juga telah berada di lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan area serta mendukung proses penanganan kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban maupun identitas lengkap para korban masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian dan instansi terkait.
Penyebab pasti kecelakaan, termasuk kronologi kendaraan hingga bisa berada di jalur perlintasan kereta api, masih dalam proses penanganan dan penyelidikan pihak berwenang.
Devieolla — Kabiro Prabumulih














