VIRAL’ Gedung RS Sukajadi Talang Kelapa Diduga Kurang Terawat, Penggunaan Anggaran Perawatan Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUASIN | Mata Pena News – Kondisi bangunan Rumah Sakit (RS) Sukajadi Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada beberapa bagian gedung.

Padahal, berdasarkan informasi yang diperoleh, rumah sakit tersebut setiap tahun memperoleh alokasi anggaran perawatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Rabu (5/8/2026), tim Mata Pena News menemukan sejumlah kerusakan, di antaranya atap yang dilaporkan bocor di beberapa ruangan, cat dinding yang mulai mengelupas, serta papan nama rumah sakit yang tampak kusam dan sulit terbaca.
Saat dikonfirmasi, salah seorang pejabat direksi rumah sakit membenarkan bahwa anggaran perawatan memang tersedia. Namun, menurutnya, pihak rumah sakit lebih memprioritaskan anggaran untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Memang anggaran perawatan itu ada dari APBD sekitar 5 persen. Namun kami lebih mengutamakan pelayanan. Untuk kerusakan seperti atap bocor biasanya dibantu melalui aspirasi dewan untuk dilakukan perbaikan. Tulisan nama RS juga akan segera diganti,” ujarnya kepada awak media.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Mata Pena News, gedung rumah sakit tersebut belum lama menjalani rehabilitasi dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah. Namun, dalam kurun waktu yang relatif singkat, sejumlah kerusakan kembali ditemukan.

Baca Juga:  52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Kondisi tersebut mendorong munculnya pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan rehabilitasi sebelumnya maupun optimalisasi penggunaan anggaran perawatan gedung yang dialokasikan setiap tahun. Sejumlah pihak menilai perlu dilakukan evaluasi dan pemeriksaan agar diketahui apakah pekerjaan rehabilitasi telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, standar mutu, dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pernyataan bahwa perawatan fisik gedung bukan menjadi prioritas juga dinilai perlu mendapat perhatian. Sebab, bangunan rumah sakit yang aman, layak, dan terpelihara merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan serta menjamin keselamatan pasien maupun tenaga medis.

Seorang warga Kecamatan Talang Kelapa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Kalau memang anggaran perawatan tersedia setiap tahun, sementara rehabilitasi juga menelan biaya besar, tentu masyarakat berharap kondisi gedung tetap terawat. Kami berharap ada penjelasan yang transparan mengenai penggunaan anggaran tersebut,” tuturnya.
Menanggapi kondisi itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuasin segera mengambil langkah konkret, di antaranya:

Baca Juga:  Dua Raperda Disahkan Jadi Perda, Pemkot Bogor Perkuat Ekosistem Perdagangan dan Administrasi Kependudukan

Meminta Inspektorat Kabupaten Banyuasin melakukan audit terhadap penggunaan anggaran perawatan gedung serta anggaran rehabilitasi yang telah dilaksanakan.
Mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas RS Sukajadi Talang Kelapa.

Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran, masyarakat berharap aparat penegak hukum menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama DPRD diharapkan segera mendorong perbaikan terhadap kerusakan fasilitas agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.

Mata Pena News akan terus memantau perkembangan persoalan ini sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Pengelolaan anggaran publik diharapkan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat.

Reporter: Dony S.H. (Kaperwil Sumsel)
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan, keterangan narasumber, dan konfirmasi kepada pihak rumah sakit.

Apabila terdapat informasi atau data lain yang perlu disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atau hak jawab, Mata Pena News membuka ruang sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Reporter : Dony.SH.(Kaperwil Sumsel)

.

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB