Warga Desak Perbaikan Jembatan Rusak di Desa Nusa Jaya, Sudah Lebih dari Setahun Belum Tersentuh Perbaikan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OKU TIMUR | Mata Pena News – Kondisi jembatan utama yang menghubungkan Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III dengan wilayah Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, menjadi sorotan warga. Infrastruktur yang menjadi akses vital masyarakat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan selama lebih dari satu tahun dan hingga kini belum diperbaiki.

Berdasarkan pantauan di lokasi serta dokumentasi yang diterima redaksi pada Rabu (29/7/2026), permukaan jembatan tampak tidak rata, berlubang, mengalami penurunan tanah, serta terdapat bagian struktur penahan yang terlihat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai warga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga menyebut jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju lahan pertanian, sekolah, puskesmas, pasar, hingga pusat pemerintahan kecamatan. Kerusakan yang terjadi dinilai telah menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sejumlah warga mengaku khawatir setiap kali melintasi jembatan tersebut, terutama saat hujan karena kondisi jalan menjadi licin dan dikhawatirkan memperparah kerusakan.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan keluhan melalui pemerintah desa hingga instansi terkait. Namun sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami hanya berharap pemerintah segera turun melihat langsung kondisi jembatan ini sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang perwakilan warga.

Baca Juga:  Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Pemanfaatan Data Statistik Sektoral untuk Kebijakan Pembangunan

Menurut keterangan warga, kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kendaraan roda empat harus melintas secara bergantian sehingga distribusi hasil pertanian menjadi kurang lancar. Selain itu, akses kendaraan yang membawa pasien dalam kondisi darurat maupun ibu hamil juga dikhawatirkan terhambat.

Warga juga menilai belum terdapat rambu-rambu peringatan maupun pengamanan sementara di sekitar lokasi jembatan sehingga pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Dalam penyampaiannya, warga meminta perhatian dari Bupati OKU Timur H. Lanosin, Wakil Bupati OKU Timur, Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur, Camat Belitang III, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan agar segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah penanganan.

Baca Juga:  BANGGA JADI WARGA JEPARA! BUDI KARYA, SENIMAN ASLI JEPARA TERPILIH SE-INDONESIA BIKIN LUKISAN GARAM TERBESAR DI DUNIA, MELENG GANG TANPA SENTUHAN PEMKAB JEPARA

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi jembatan, memasang rambu-rambu keselamatan apabila diperlukan, menyusun jadwal perbaikan secara terbuka, serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tindak lanjut penanganan infrastruktur tersebut.

Warga juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan jalan dan jembatan merupakan bagian dari pelayanan publik yang harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat sebagaimana diatur dalam berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penyelenggaraan jalan dan pelayanan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Mata Pena News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Dinas PUPR Kabupaten OKU Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur, Camat Belitang III, maupun pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait kondisi jembatan tersebut, termasuk rencana penanganan yang akan dilakukan. Apabila terdapat tanggapan atau klarifikasi dari pihak terkait, redaksi akan memuatnya sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan.

Reporter: Dony S.H. (Kaperwil Sumatera Selatan)

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB