MUBA | Mata Pena News – Ratusan warga Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), memanfaatkan musim kemarau dengan menggelar tradisi berkarang, yakni mencari ikan di aliran Sungai yang debit airnya mulai surut, Kamis (23/7/2026).
Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak memadati tepian sungai. Dengan membawa peralatan sederhana, mereka menyusuri dasar sungai dan semak-semak yang mulai terlihat untuk menangkap ikan yang terjebak akibat surutnya air.
Tradisi berkarang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Selain untuk memenuhi kebutuhan lauk-pauk keluarga, hasil tangkapan juga dijual sehingga dapat menambah penghasilan warga.
Berbagai jenis ikan air tawar berhasil diperoleh, di antaranya ikan baung, gabus, toman, patin, serta beberapa jenis ikan lokal lainnya yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.
Sasana berkarang pun berlangsung meriah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya mencari ikan, tetapi juga menjadi ajang berkumpul, mempererat silaturahmi, dan melestarikan tradisi masyarakat di bantaran Sungai Musi.
Warga berharap tradisi berkarang dapat terus dilestarikan dan mendapat perhatian pemerintah daerah. Mereka menilai kegiatan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai agenda wisata budaya dan wisata alam yang mampu menarik pengunjung, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Selain menjadi tradisi turun-temurun, berkarang juga bisa menjadi daya tarik wisata jika dikemas dengan baik. Kami berharap pemerintah dapat mendukung agar kegiatan ini menjadi agenda rutin,” ungkap salah seorang warga.
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, tradisi berkarang di Desa Ulak Paceh menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih terjaga dan dapat menjadi potensi wisata berbasis budaya yang patut dikembangkan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Reporter: Zul ( Kabiro MuBa)














