Lebak| Mata Pena News – Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Ci Ruji, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak mulai memanas. Salah satu figur yang menjadi sorotan masyarakat adalah BP Tatang Adistiana, tokoh masyarakat sekaligus mantan Sekretaris Desa Ci Ruji yang dikenal luas dengan sapaan Abah Tatang.
Dengan nomor urut 01 dan simbol bendera kuning, Tatang tampil membawa gagasan kepemimpinan yang sederhana namun dekat dengan masyarakat. Ia mengusung semangat lokal Sunda dengan slogan: “Saba Dulur, Saba Lembur, Saba Batur.”
Bagi Tatang, slogan tersebut bukan sekadar kalimat kampanye, melainkan arah kepemimpinan yang ingin ia terapkan apabila dipercaya memimpin Desa Ci Ruji.
“Pemimpin itu harus hadir di tengah masyarakat, datang melihat, mendengar, dan memahami langsung persoalan warga. Tidak boleh ada jarak antara pemimpin dan rakyatnya,” ujar Tatang saat ditemui usai tahapan pengundian nomor calon.
Ia menjelaskan, kata saba dalam bahasa Sunda berarti mendatangi, sementara dulur berarti saudara, lembur berarti kampung, dan batur berarti masyarakat luas. Filosofi itu menurutnya menjadi dasar kepemimpinan yang humanis dan merakyat.
Kontestasi PAW Desa Ci Ruji sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 mendatang. Tatang memastikan seluruh proses administrasi pencalonan telah dilalui dan dinyatakan lengkap oleh panitia.
“Alhamdulillah semua tahapan sudah kami jalani dengan baik. Ini bukan hanya soal pencalonan, tapi tentang niat untuk mengabdi dan membangun desa bersama masyarakat,” katanya.
Tak hanya berbicara soal pembangunan fisik, Tatang juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi warga desa. Menurutnya, setiap pembangunan harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat setempat.
“Kalau ada pembangunan di RW 01, maka yang bekerja harus warga RW 01 juga. Jadi masyarakat bukan hanya menikmati hasil pembangunan, tapi juga mendapatkan manfaat ekonominya,” paparnya.
Dalam visinya, Tatang ingin mewujudkan Desa Ci Ruji yang terbuka, adil, serta akuntabel dalam pelayanan dan pembangunan. Ia juga berkomitmen merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik pasca pemilihan.
“Tidak boleh ada lagi sekat antara pendukung dan bukan pendukung. Semua warga Desa Ci Ruji harus tetap bersatu karena kita satu keluarga,” tegasnya.
Ia pun membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen desa untuk ikut memberikan kritik dan masukan.
“Membangun desa tidak bisa dilakukan sendiri. Harus bersama-sama, melibatkan semua unsur masyarakat,” tutupnya.
Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Ci Ruji diperkirakan akan menjadi perhatian masyarakat Banjarsari, mengingat antusiasme warga yang mulai terlihat dalam dinamika politik desa beberapa hari terakhir.
(Red: Waseh Wahab)














