Bekali Generasi Muda untuk Hadapi Transisi Energi, Berikut Pelajaran Penting dari UPSTREAM FORCE 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 15:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Transisi energi membuat sektor migas mengalami banyak perubahan, tetapi faktanya—menurut Kementerian ESDM (2024)—47% energi Indonesia masih bergantung pada migas.

Artinya, peluang karier dan ruang kontribusi bagi generasi muda masih sangat besar. Melalui UPSTREAM FORCE 2025 yang diselenggarakan pada 6 November 2025 di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina, terdapat sejumlah hal praktis yang dapat dipelajari generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia energi masa depan. Berikut rangkumannya:

*1. Bangun Wawasan Energi yang Kuat dan Kreativitas Sejak Dini*
Pemahaman yang baik tentang dinamika energi nasional menjadi landasan penting bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam sektor energi. Akses terhadap informasi yang kredibel—seperti data produksi minyak Indonesia yang mencapai 620 ribu barel per hari pada Agustus 2025—membantu membangun perspektif yang objektif terhadap kondisi aktual industri.

Karena itu, mengikuti kanal resmi seperti ESDM, SKK Migas, Pertamina, dan Universitas Pertamina, serta membiasakan diri untuk selalu memverifikasi data sebelum berpendapat, menjadi langkah awal yang esensial dalam membangun literasi energi.

Namun wawasan saja tidak cukup tanpa kemampuan berinovasi. Pjs. Corporate Secretary PHE, Fitri Erika, menegaskan bahwa kreativitas generasi muda merupakan modal penting dalam menjawab tantangan energi ke depan. “Generasi muda punya semangat dan kreativitas tinggi. Ide mereka penting untuk ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Mengembangkan kreativitas dapat dilakukan melalui kompetisi inovasi, program hackathon, komunitas teknologi maupun keberlanjutan, atau dengan melatih diri menghasilkan gagasan secara rutin. Kombinasi antara literasi energi yang kuat dan kemampuan berinovasi inilah yang akan menjadi fondasi bagi generasi muda dalam mendukung transformasi energi nasional.

*2. Memahami Teknologi Utama: CCS dan AI*
Menurut Theresia Lin Wulandari, praktisi Upstream Champions yang fokus pada pengembangan kompetensi sektor hulu,

teknologi seperti Carbon Capture and Storage (CCS) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pilar dalam upaya menekan emisi dan meningkatkan efisiensi operasi.

Wawasan dasar mengenai CCS, AI, dan istilah teknis seperti injection atau machine learning menjadi modal penting bagi mahasiswa yang ingin terjun ke industri energi masa depan.

*3. Membangun Portofolio Konten yang Relevan*
Victoria Wong, content creator sekaligus pendiri Start Your Content Academy, menjelaskan bahwa peran generasi muda dalam menghadirkan konten edukatif semakin krusial di tengah banyaknya informasi yang berseliweran di ruang digital. Dengan pengalamannya membimbing para kreator muda, Victoria menekankan bahwa narasi mengenai energi harus dibuat informatif, relevan, dan mudah dipahami agar tidak menciptakan jarak dengan audiens.

Melengkapi pernyataan tersebut, Eko Setiawan, Social Manager di Kapanlagi Youniverse, menambahkan bahwa media digital memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap cara masyarakat memaknai isu energi. Menurutnya, akurasi adalah fondasi utama dalam setiap penyampaian informasi. “Setiap konten harus berbasis data valid agar publik tidak salah menangkap isu energi,” tegasnya.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menegaskan pentingnya menghubungkan pengetahuan dan praktik inovasi melalui kegiatan seperti UPSTREAM FORCE.

“Sebagai kampus yang berfokus pada energi dan bisnis, Universitas Pertamina berkomitmen menyiapkan generasi muda yang memahami dinamika industri energi dari hulu hingga hilir dan melihat langsung bagaimana teknologi serta inovasi diterapkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Irawan

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB