Jakarta | Mata Pena News — Kepolisian Sektor (Polsek) Cipayung, Jakarta Timur, meluncurkan program “Ibu Memanggil” dengan menggandeng Laskar Sangidu Putih sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Program ini digagas untuk meminimalisir tindak kejahatan jalanan yang banyak melibatkan remaja dan pelajar. Kegiatan peluncuran berlangsung di wilayah Polsek Cipayung dan dihadiri oleh jajaran kepolisian serta perwakilan Laskar Sangidu Putih.
Ketua Umum Laskar Sangidu Putih, Lamin S.E., menjelaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan kepolisian dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami diundang langsung oleh Kapolsek Cipayung untuk mendukung program Ibu Memanggil sesuai arahan Kapolres Jakarta Timur. Kami membantu masyarakat, misalnya ketika ada ibu yang melapor anaknya belum pulang malam hari — kami koordinasikan dengan RT, RW, dan Bimaspol setempat untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Lamin.
Sementara itu, Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan bahwa program Ibu Memanggil merupakan instruksi langsung dari Kapolda Metro Jaya untuk diterapkan di seluruh jajaran kepolisian.
“Program ini menekankan pentingnya peran orang tua. Jika anak belum pulang pada jam tertentu, orang tua diimbau segera memberi tahu RT, RW, Laskar, atau Polisi RW (Polisi Jaga Warga). Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek untuk dilakukan penjemputan dan pengantaran anak ke rumah,” jelas Kompol Saut.
Ia menambahkan, data kepolisian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku dan korban kejahatan jalanan di Jakarta Timur masih berusia pelajar. Karena itu, program ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif agar remaja tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan.
“Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dan Laskar Sangidu Putih agar wilayah Cipayung tetap aman dan kondusif,” pungkas Kompol Saut.
Red














