Gajah Mada dan Sumpah Nusantara: Ketika Majapahit Menyatukan Kepulauan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 19:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Nama Mahapatih Gajah Mada abadi dalam sejarah Indonesia bukan hanya karena jabatannya, tetapi karena satu tekad monumental: menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Melalui catatan sejarah Negarakertagama karya Mpu Prapanca, Gajah Mada dikenal dengan Sumpah Palapa, di mana ia bersumpah tidak akan menikmati “Amerta” atau kenikmatan duniawi sebelum seluruh wilayah Nusantara dipersatukan. Sumpah ini diucapkannya sekitar tahun 1336 M, ketika dilantik sebagai Patih Amangkubhumi oleh Raja Tribhuwana Tunggadewi.

Ambisi itu bukan sekadar retorika. Di bawah kepemimpinan Gajah Mada, Majapahit meluaskan pengaruhnya secara signifikan ke berbagai penjuru Nusantara. Dari catatan sejarah, wilayah-wilayah berikut disebut telah berada dalam jangkauan kekuasaan atau pengaruh Majapahit:

Baca Juga:  3 Pengukir Jepara Lakukan Diplomasi Budaya ke Sarajevo, Lestari Moerdijat Soroti Pentingnya Diplomasi Berbasis Warisan Bangsa

Sumatera: Meliputi Melayu, Jambi, dan Palembang.

Kalimantan: Termasuk wilayah Kutai dan Banjarmasin.

Sulawesi: Beberapa kerajaan kecil di pesisir menyatakan tunduk.

Bali dan Nusa Tenggara: Ditaklukkan melalui ekspedisi militer.

Maluku: Daerah penghasil rempah-rempah strategis.

Semenanjung Malaya hingga selatan Filipina: Masuk dalam jaringan pengaruh perdagangan dan diplomasi Majapahit.

Majapahit tidak hanya menggunakan kekuatan militer. Banyak kerajaan memilih menjadi bagian dari struktur kekuasaan Majapahit melalui pengiriman upeti, pernikahan politik, serta kerja sama perdagangan. Artinya, perluasan wilayah itu kerap bersifat hegemonik dan kultural, bukan murni agresi militer.

Baca Juga:  Hadir di Pengukuhan PWI Jabar, KDM Tekankan Pentingnya Pers Independen dan Edukatif

Pengaruh Majapahit mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350–1389 M), yang didampingi oleh Gajah Mada sebagai patih. Saat itulah Majapahit dikenal sebagai kerajaan terbesar di Asia Tenggara kala itu, memayungi lebih dari 90 kerajaan besar dan kecil.

Kini, lebih dari 600 tahun kemudian, Sumpah Palapa kerap disebut sebagai simbol integrasi nasional. Ia menjadi inspirasi atas ide persatuan wilayah Indonesia modern yang luas dan beragam***

 

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB