Wujudkan Masa Depan Energi yang Berkelanjutan, Lulusan Kampus Energi Didorong Jadi Penggerak Transisi Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 12:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  | Mata Pena News – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa transisi energi global hanya dapat tercapai dengan dukungan sumber daya manusia unggul yang adaptif dan inovatif. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan ucapan selamat kepada para Wisudawan dalam acara Wisuda XIII Universitas Pertamina (UPER) yang berlangsung di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025, sebagai bagian dari Wisuda Periode Oktober 2025 Tahun Akademik 2024/2025.

Simon menyatakan bahwa Indonesia sedang memasuki babak penting dalam industri energi global. Seiring komitmen nasional menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat, kebutuhan akan talenta muda yang agile, adaptif, dan inovatif semakin mendesak.

Dokumentasi: Suasana Wisuda ke-13 Universitas Pertamina di Sasana Kriya, TMII (28/10)
Dokumentasi: Suasana Wisuda ke-13 Universitas Pertamina di Sasana Kriya, TMII (28/10)

“Kita berada dalam era transisi energi global. Untuk mewujudkan masa depan energi yang berkelanjutan, kami membutuhkan SDM yang mampu melahirkan solusi inovatif. Kami bangga UPER telah menghasilkan lulusan unggul yang siap menjawab tantangan tersebut,” ujar Simon.

Dalam kesempatan yang sama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Komjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Mochammad Iriawan, menekankan bahwa UPER telah mempersiapkan para lulusan untuk menjalankan peran strategis tersebut.

“Menjadi sarjana adalah tonggak awal dunia nyata. Para lulusan UPER telah dibekali ilmu yang relevan untuk industri energi. Yang terpenting untuk berkontribusi nyata adalah inovasi dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Pandangan ini diperkuat oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., yang menilai bahwa keunggulan tersebut lahir dari komitmen UPER menjaga mutu akademik dan mengintegrasikan profesionalitas serta kepemimpinan industri dalam proses pembelajarannya.

“Di era disrupsi yang bergerak lebih cepat daripada kesiapan banyak institusi, inovasi bukan lagi pilihan—melainkan syarat untuk bertahan. Karena itu, lulusan tidak cukup hanya cerdas. Mereka harus adaptif, inovatif, dan memiliki nilai kemanusiaan yang teguh agar mampu melahirkan solusi yang benar-benar efisien, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi bangsa,” imbuh Dr. Henri.

Melengkapi pandangan tersebut, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, menegaskan bahwa lulusan memang dituntut melampaui kemampuan akademis maupun teknis semata. Di tengah percepatan transformasi energi dan maraknya informasi yang tidak akurat, kemampuan memilah data, memahami isu energi, dan menghindari disinformasi menjadi bagian penting dari kompetensi seorang profesional energi.

“Integritas, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis tidak bisa dipisahkan dari kemampuan akademik, terutama ketika para lulusan terjun ke sektor energi yang tengah berubah cepat. Bekal karakter dan kecakapan analitis inilah yang menjadi pondasi saat mereka menghadapi kompleksitas transisi energi, sehingga mampu merancang solusi rendah karbon dan memperkuat kemandirian energi Indonesia,” ungkap Prof. Wawan.

Pada Wisuda XIII, UPER meluluskan 629 wisudawan, dengan 214 lulusan berpredikat pujian, 317 sangat memuaskan, dan 98 memuaskan, menandai pencapaian akademik yang kuat. Rektor menegaskan bahwa capaian tersebut diperkuat oleh peningkatan prestasi mahasiswa yang melonjak tajam dari hanya 3 prestasi pada 2016 menjadi 152 prestasi nasional dan 25 internasional pada 2024, menunjukkan kesiapan lulusan Universitas Pertamina untuk mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang energi, teknologi, dan inovasi.

Irawan

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB