Mahasiswa Indonesia Belajar Logistik Kebencanaan ke Pakar di Jepang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 09:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Irawan

Jakarta | Mata Pena News – 
The World Risk Report 2023 menempatkan Indonesia sebagai kawasan rentan bencana alam dengan indeks rerata mencapai 43,5 dari total nilai 100 (paling rentan).

Ini  menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kategori risiko bencana sangat tinggi. Terbukti sepanjang 2023 lalu, BNPB mencatat terjadi 4.940 bencana dengan total kerugian 267 korban jiwa, 34.832 rumah rusak, dan 877 fasilitas rusak.

Sebagai negara tempat bertemunya banyak lempeng tektonik sehingga rawan bencana, Indonesia perlu memperhatikan mitigasi dan penanggulangan bencana.

 

The World Risk Report menilai Indonesia masih kurang dalam kapasitas upaya kesiapsiagaan bencana, penanganan pasca bencana, hingga distribusi logistik kebencanaan.

Supaya lebih memahami kesiapsiagaan pengolahan Bencana Alam

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER) yaitu Echa Ratu Prety Claudia Situmeang, Pauline Nancy Deslin Layman dan I Dewa Gde Yogindra Adipramana,

Dipilih mewakili Indonesia mengikuti pelatihan di Kochi Collage, Jepang, pada 22 sampai dengan 29 Maret 2024 lalu

 

Mereka dilatih dalam upaya mitigasi bencana melalui penerapan teknologi dan efisiensi distribusi logistik kebencanaan.

Meski menjadi negara langganan bencana alam, World Economic Forum menyebut Jepang memiliki kesiapsiagaan pengolahan bencana yang sangat baik. Seperti berkolaborasi antara pasukan pengamanan dan sektor swasta untuk pendistribusian logistik bencana.

“Walaupun juga rentan terhadap bencana, Jepang sudah lebih unggul dalam upaya pengelolaan bencana

Terutama dalam menyusun skema distribusi logistik bencana. Selain itu, Jepang telah aktif dalam mengembangkan teknologi kebencanaan melalui Sistem Informasi Geografis (SIG), ini menjadi hal baru yang kami pelajari terkait dengan penggunaan teknologi dalam kebencanaan,” ujar Echa.

SIG merupakan salah satu teknologi kebencanaan dalam sistem distribusi logistik yang berfungsi melacak kesediaan, transportasi dan distribusi pangan hingga obat-obatan

Selain itu, teknologi SIG dapat membantu dalam menyediakan fasilitas cadangan bantuan melalui penerapan tingkat prioritas distribusi serta aksesibilitas lokasi distribusi logistik di wilayah yang berpotensi tinggi bencana.

Pelatihan di Kochi Collage di ikuti oleh 30 mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Mongolia, Taiwan dan Jepang

Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak untuk melihat simulasi kebencanaan dan penerapan teknologi secara riil.

“Saya banyak belajar dari perspektif yang berbeda mengenai kebencanaan. Seperti tingkat edukasi yang tinggi terhadap kebencanaan

“Tercermin dalam penerapannya di berbagai golongan usia. Misalkan dengan mereka menggunakan game Minecraft sebagai sarana edukasi dan menambahkan simulasi bencana serta simulasi evakuasi diri,”ucap Echa

“Ini menjadi pemantik saya untuk mengoptimalkan teknologi di Indonesia dalam mitigasi bencana,” tambah Echa.

Sementara Ketua Program Studi Teknik Logistik UPER, Dr. Eng. Iwan Sukarno, ST., M.Eng.,CLIP. yang turut mendampingi mengaku bangga karena berkesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam kegiatan tersebut.

“Baik universitas maupun program studi dengan bangga kami  mendukung penuh mahasiswa dalam berbagai kegiatan guna meningkatkan kapabilitasnya hingga ke tingkat internasional,”ucap Dr. Eng. Iwan Sukarno, ST., M.Eng.,CLIP.

Prodi Teknik Logistik UPER juga mempelajari kebencanaan seperti Logistik Kemanusiaan, Distribusi dan Transportasi, serta Perencanaan Fasilitas Logistik.

Sehingga dengan short course tersebut kami memperluas pemahaman dalam penggunaan teknologi untuk kebencanaan. Kedepannya UPER akan kedatangan mahasiswa Kochi Collage, yang bergantian untuk mengikuti short course di September mendatang,” jelas Iwan.

Internasionalisasi menjadi upaya Universitas Pertamina dalam mewujudkan visinya menjadi World Class University tahun 2035

Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS dengan penuh mendukung pertukaran pelajar, magang, riset kolaborasi dengan universitas luar negeri sebagai bentuk upaya peningkatan kemampuan mahasiswa UPER dalam menambah pengalaman, pengetahuan hingga mengembangkan global mindset.

“Sebagai ambisi menjadi the next global leader, UPER turut mengembangkan program Center of Excellence sebagai wadah dalam pengembangan penelitian dan kajian yang komprehensif, serta program Lulusan Merah Putih yang membantu memberikan mentoring persiapan memasuki dunia kerja,” tutup Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS., Rektor Universitas Pertamina.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB