Bandung Barat | Mata Pena News – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berujung petaka. Tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, menimbun rumah-rumah warga dan merenggut puluhan nyawa.
Suasana mencekam sudah dirasakan warga sejak Jumat malam. Curah hujan tinggi tak kunjung mereda hingga larut malam. Teti, salah seorang warga Desa Pasirlangu, mengaku mendengar suara gemuruh keras sesaat sebelum longsor terjadi.
“Suaranya seperti helikopter, keras sekali. Saya juga sempat mengira gempa,” ujar Teti dengan suara bergetar.
Tak lama kemudian, tanah di sekitar permukiman bergerak dan menimbun sejumlah rumah. Teti bersyukur keluarganya yang berada dalam satu rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun, dua keluarga lain yang masih kerabat dekatnya tertimbun material longsor.
“Total ada 16 orang dari keluarga kami yang tertimbun. Sampai sekarang baru ditemukan tiga jenazah,” ucapnya lirih. Meski harapan semakin tipis,
Ia tetap berharap anggota keluarganya bisa segera ditemukan.
Hingga Minggu (25/1) pukul 10.39 WIB, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 27 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Sebanyak 11 kantong jenazah dievakuasi pada Sabtu (24/1),
Sementara 16 kantong jenazah lainnya ditemukan pada Minggu (25/1).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, enam jenazah dan satu bagian tubuh telah berhasil diidentifikasi, sementara delapan jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi.
Untuk mempercepat proses pencarian, Polri mengerahkan Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri guna membantu penyisiran di area longsor yang sulit dijangkau.
“Pengerahan ini merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan serta wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Trunoyudo.
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Sementara itu, warga sekitar dilaporkan mengalami trauma dan masih waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.
Red










