Mata Pena News -Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.,Kabar duka menyelimuti Pemerintah Desa (Pemdes) Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Salah satu staf desa terbaiknya, Angga Andiyansyah (29), yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus ombak Pantai Sunset, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (20/01/2026).
Angga merupakan staf Desa Cilebut Timur sekaligus putra dari mantan Kepala Desa Cilebut Timur periode 2014–2020, almarhum Arwanih bin Enoh (Bahir).

Berdasarkan informasi dari tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Sukabumi, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat yang sedang melaut di perairan Pantai Sunset sekitar pukul 08.00 WIB. Nelayan tersebut melihat sesosok tubuh manusia mengambang di tengah laut, lalu segera melaporkan kepada petugas.
Mendapatkan laporan tersebut, tim Basarnas yang terdiri dari 8 personel langsung menuju lokasi menggunakan perahu karet. Sekitar 57 menit kemudian, tepatnya pukul 08.57 WIB, jasad korban berhasil dievakuasi ke daratan.
Selanjutnya, jenazah Angga Andiyansyah dibawa ke RSUD Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap korban tenggelam.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh tim relawan yang telah membantu pencarian,” ujar salah seorang relawan.
Setelah proses di RSUD Pelabuhan Ratu selesai, jenazah rencananya akan dipulangkan ke rumah duka di Kampung Cilebut Lebak, RT 04 RW 04, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Sebelumnya diberitakan, Angga Andiyansyah terseret arus ombak saat berlibur di Pantai Sunset pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat kejadian, Angga tidak sendirian, melainkan bersama rekannya Muhammad Alpiandi (28).
Kapolsek Cisolok, Polres Sukabumi, AKP Bayu Saeful Bahari, menjelaskan bahwa korban bersama dua rekannya bermain di sekitar pesisir Pantai Sunset, tepatnya di belakang Villa Philita. Karena kurang memahami karakteristik arus laut pantai selatan, mereka terseret ombak sekitar lima meter dari bibir pantai.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan agar lebih waspada terhadap bahaya arus laut, khususnya di kawasan Pantai Selatan Jawa Barat.
Red










