Inovasi Lapas Cibinong Tuai Apresiasi Nasional, Sampah Organik Disulap Jadi Sumber Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Maggot

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

CIBINONG | Mata Pena News – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong membuktikan bahwa pembinaan warga binaan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.

Melalui inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Budidaya Maggot, Lapas Cibinong berhasil mengubah limbah organik menjadi sumber manfaat yang mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

Terobosan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (PUSJAR SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda, Dr. Rahmat, S.Pd., M.A., saat meninjau langsung lokasi pengelolaan di Kebun Inovasi Lapas Cibinong, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungannya, Dr. Rahmat menyaksikan secara langsung alur pengolahan sampah organik yang dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Larva lalat Black Soldier Fly (BSF) tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi bagi ternak ayam, bebek, dan kambing yang dipelihara oleh warga binaan.

Konsep yang diterapkan tidak hanya mampu menekan volume sampah organik, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang produktif. Warga binaan memperoleh pengalaman praktik dalam mengelola limbah, membudidayakan maggot, hingga mengembangkan peternakan sebagai bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurut Dr. Rahmat, inovasi yang dikembangkan Lapas Cibinong merupakan contoh nyata pelayanan publik yang mampu menggabungkan aspek lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan pemasyarakatan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Saya mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah terpadu yang dikembangkan Lapas Cibinong. Program ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah organik, tetapi juga berhasil mengintegrasikan pembinaan warga binaan, pemberdayaan, dan ketahanan pangan dalam satu sistem yang berkelanjutan.

“Saya berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya,” ujar Dr. Rahmat.

Wujud Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan

Program pengelolaan sampah berbasis maggot menjadi salah satu langkah konkret Lapas Cibinong dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus menjalankan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya dilatih menguasai keterampilan teknis, tetapi juga didorong memiliki jiwa mandiri, produktif, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Hasil budidaya maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak turut membantu menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong menegaskan bahwa setiap program pembinaan dirancang agar memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki nilai edukatif, produktif, dan berkelanjutan. Melalui pengelolaan sampah terpadu ini, warga binaan belajar mengelola limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, memahami pentingnya menjaga lingkungan, serta memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” ungkap Kalapas.

Ia menambahkan, pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan kerja, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Dengan inovasi tersebut, Lapas Kelas IIA Cibinong semakin memperkuat transformasinya sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang produktif. Program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai satuan pemasyarakatan lainnya di Indonesia.

Red

Berita Terkait

KAI Wisata Hadirkan Penawaran Eksklusif “Experience Luxury” di KAI Expo 2026 Kota Kasablanka
RIBUAN PENONTON PADATI CGC PALEMBANG, TIMELESS PROJECT LIVE “PLAYING 2000s ANTHEM” PECAH TOTAL
Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
Peramina EP Limau Tambah Pasokan Energi Lewat Sumur Pengembangan di Muara Enim
Pakar Ekonomi UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Amankan Ekonomi Nasional Menuju B50
Energi Baru dari PEP Zona 4, Sumur LBK-030 di Muara Enim Berpotensi Produksi 3.073 BOPD
Pemkot Bogor Jajaki Teknologi BRIN, Olah Sampah Plastik Jadi BBM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:51 WIB

KAI Wisata Hadirkan Penawaran Eksklusif “Experience Luxury” di KAI Expo 2026 Kota Kasablanka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:27 WIB

RIBUAN PENONTON PADATI CGC PALEMBANG, TIMELESS PROJECT LIVE “PLAYING 2000s ANTHEM” PECAH TOTAL

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Inovasi Lapas Cibinong Tuai Apresiasi Nasional, Sampah Organik Disulap Jadi Sumber Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Maggot

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:51 WIB

Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:58 WIB

Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB