Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News – Transformasi sektor energi dunia membuka peluang karier baru bagi generasi muda. Porsi energi terbarukan dalam bauran energi global diproyeksikan meningkat signifikan hingga 2050, dengan jumlah pekerjaan di sektor ini diperkirakan mencapai 42 juta. Industri pun membutuhkan talenta yang tak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan lingkungan kerja global.

 

Peluang itu dijalani Ramadhini Putri Jofansa, alumni Teknik Mesin Universitas Pertamina (UPER). Sejak 2024, Dhini bekerja sebagai Associate Technical Professional pada divisi Testing and Subsea di Halliburton dan berkolaborasi dengan profesional dari berbagai negara.

Meski menawarkan prospek karier dan remunerasi yang kompetitif, kesempatan tersebut membutuhkan persiapan matang. Dari pengalamannya, Dhini membagikan sejumlah tips bagi generasi muda yang ingin meniti karier di perusahaan multinasional.

 

Kemampuan Berbahasa Asing

Bagi Ramadhini, bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal dasar untuk bekerja di lingkungan global. Penguasaan bahasa asing lain pun dapat memperluas peluang karier dan memudahkan kolaborasi lintas negara.

 

“Mempelajari bahasa juga berarti memahami budaya dan cara pandang masyarakatnya. Hal ini membuat kita lebih terbuka terhadap perbedaan dan lebih mudah beradaptasi saat bekerja dengan orang dari berbagai negara,” ujar Ramadhini.

 

Miliki Growth Mindset di Tengah Perubahan Industri

Bekerja di Halliburton membuat Ramadhini menyadari bahwa industri energi terus berkembang seiring perubahan teknologi, metode kerja, dan tantangan di lapangan. Karena itu, kompetensi teknis perlu diimbangi dengan rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar.

 

“Di Halliburton, saya belajar untuk tidak cepat merasa puas karena selalu ada teknologi, metode kerja, dan tantangan baru yang perlu dipahami. Bagi saya, setiap perubahan adalah kesempatan untuk terus belajar dan berkembang,” pungkas Ramadhini.

Dok.: Ramadhini saat menjalani tugas di lepas pantai dalam beberapa waktu
Dok.: Ramadhini saat menjalani tugas di lepas pantai dalam beberapa waktu

Bangun Profesionalisme Sejak Duduk di Bangku Kuliah

Menurut Ramadhini, kesiapan berkarir di perusahaan multinasional perlu dibangun sejak masa kuliah melalui proyek, kerja tim, dan pengalaman magang. Bekal itu ia peroleh selama menempuh studi di UPER dan menjalani magang selama 6 bulan dan bekerja sebagai Mechanical Engineer di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) selama dua tahun.

 

“Berbagai proyek, presentasi, dan kerja kelompok selama kuliah mengasah kemampuan komunikasi, problem solving, dan teamwork saya. Pengalaman magang kemudian memberi gambaran nyata tentang dunia industri sekaligus melatih saya memahami tanggung jawab dan profesionalisme dalam bekerja,” jelas Ramadhini.

 

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., mengatakan bahwa kebutuhan talenta terampil di industri energi perlu dijawab melalui proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri.

 

“Universitas Pertamina membekali mahasiswa dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri energi, pembelajaran berbasis proyek, serta program magang di ekosistem industri energi yang terintegrasi melalui Career Development Center (CDC) UPER.

Melalui berbagai pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga mengasah kemampuan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

Dengan bekal tersebut, lulusan Universitas Pertamina diharapkan menjadi talenta adaptif dan profesional yang siap berkontribusi di perusahaan nasional maupun multinasional,” tutup Djoko.

Irawan

Berita Terkait

KAI Wisata Hadirkan Penawaran Eksklusif “Experience Luxury” di KAI Expo 2026 Kota Kasablanka
RIBUAN PENONTON PADATI CGC PALEMBANG, TIMELESS PROJECT LIVE “PLAYING 2000s ANTHEM” PECAH TOTAL
Inovasi Lapas Cibinong Tuai Apresiasi Nasional, Sampah Organik Disulap Jadi Sumber Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Maggot
Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya
Peramina EP Limau Tambah Pasokan Energi Lewat Sumur Pengembangan di Muara Enim
Pakar Ekonomi UPER: Hilirisasi Biodiesel Jadi Kunci Amankan Ekonomi Nasional Menuju B50
Energi Baru dari PEP Zona 4, Sumur LBK-030 di Muara Enim Berpotensi Produksi 3.073 BOPD
Pemkot Bogor Jajaki Teknologi BRIN, Olah Sampah Plastik Jadi BBM
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 07:51 WIB

KAI Wisata Hadirkan Penawaran Eksklusif “Experience Luxury” di KAI Expo 2026 Kota Kasablanka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:27 WIB

RIBUAN PENONTON PADATI CGC PALEMBANG, TIMELESS PROJECT LIVE “PLAYING 2000s ANTHEM” PECAH TOTAL

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Inovasi Lapas Cibinong Tuai Apresiasi Nasional, Sampah Organik Disulap Jadi Sumber Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Maggot

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:51 WIB

Ingin Tembus Perusahaan Multinasional? Intip Tips Alumni Universitas Pertamina

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:58 WIB

Bisakah Gempa Ganda seperti di Venezuela Terjadi di Indonesia? Pakar UPER Beri Penjelasan Ilmiahnya

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB