RS Annisa Bogor Jalani Survei Akreditasi LAFKI, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, | Mata Pena News — Rumah Sakit Annisa Bogor menjalani survei akreditasi yang dilaksanakan oleh LAFKI (Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia). Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni secara online pada 11 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan survei secara langsung pada 15–16 Agustus 2026 di Rumah Sakit Annisa Bogor, Jl. Raya Karanggan No.2 Puspasari, Citeureup, Bogor.

Akreditasi rumah sakit merupakan proses penilaian dan pengakuan terhadap rumah sakit untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan telah memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien yang ditetapkan. Melalui proses akreditasi, rumah sakit dinilai dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola dan manajemen, pelayanan medis, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga kompetensi serta profesionalisme sumber daya manusia.

Akreditasi tidak semata-mata menjadi proses administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan rumah sakit.

Dengan adanya survei akreditasi, rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai proses pelayanan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

Direktur Rumah Sakit Annisa Bogor, dr. Siti Lestariningrum, MARS, menyampaikan bahwa pelaksanaan survei akreditasi menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk melihat kembali sejauh mana standar pelayanan dan keselamatan pasien telah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

“Akreditasi bagi kami bukan sekadar memenuhi kewajiban atau mendapatkan pengakuan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses pelayanan yang diberikan kepada pasien benar-benar berorientasi pada mutu, keselamatan, dan kepuasan pasien,” ujar dr. Siti Lestariningrum. Minggu, (16/08/2026)

Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit tidak dapat dilakukan hanya oleh satu bagian atau kelompok tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh sumber daya manusia di rumah sakit.

“Kami terus mendorong seluruh jajaran RS Annisa Bogor untuk memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya mutu. Mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, hingga seluruh staf memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” tambahnya.

Baca Juga:  tes

Pelaksanaan survei oleh LAFKI juga menjadi kesempatan bagi Rumah Sakit Annisa Bogor untuk mendapatkan penilaian dan masukan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan.

Proses tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan berbagai capaian yang sudah baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek-aspek yang masih memerlukan peningkatan.
“Kami berharap proses survei ini memberikan masukan yang konstruktif bagi RS Annisa Bogor. Apa pun hasilnya nanti, yang paling penting adalah bagaimana kami dapat terus melakukan peningkatan mutu secara berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan bermutu,” ungkapnya.

Dengan dilaksanakannya survei akreditasi ini, RS Annisa Bogor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat penerapan keselamatan pasien sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pelayanan.
Akreditasi menjadi salah satu langkah dalam perjalanan peningkatan mutu, sementara tujuan akhirnya tetap sama: memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB