Bogor, | Mata Pena News — Rumah Sakit Annisa Bogor menjalani survei akreditasi yang dilaksanakan oleh LAFKI (Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia). Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni secara online pada 11 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan survei secara langsung pada 15–16 Agustus 2026 di Rumah Sakit Annisa Bogor, Jl. Raya Karanggan No.2 Puspasari, Citeureup, Bogor.
Akreditasi rumah sakit merupakan proses penilaian dan pengakuan terhadap rumah sakit untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pelayanan kesehatan telah memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien yang ditetapkan. Melalui proses akreditasi, rumah sakit dinilai dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola dan manajemen, pelayanan medis, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga kompetensi serta profesionalisme sumber daya manusia.
Akreditasi tidak semata-mata menjadi proses administratif, tetapi merupakan bagian penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan rumah sakit.
Dengan adanya survei akreditasi, rumah sakit dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai proses pelayanan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Direktur Rumah Sakit Annisa Bogor, dr. Siti Lestariningrum, MARS, menyampaikan bahwa pelaksanaan survei akreditasi menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk melihat kembali sejauh mana standar pelayanan dan keselamatan pasien telah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
“Akreditasi bagi kami bukan sekadar memenuhi kewajiban atau mendapatkan pengakuan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses pelayanan yang diberikan kepada pasien benar-benar berorientasi pada mutu, keselamatan, dan kepuasan pasien,” ujar dr. Siti Lestariningrum. Minggu, (16/08/2026)
Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga mutu pelayanan rumah sakit tidak dapat dilakukan hanya oleh satu bagian atau kelompok tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh sumber daya manusia di rumah sakit.
“Kami terus mendorong seluruh jajaran RS Annisa Bogor untuk memiliki komitmen yang sama dalam membangun budaya mutu. Mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, hingga seluruh staf memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” tambahnya.
Pelaksanaan survei oleh LAFKI juga menjadi kesempatan bagi Rumah Sakit Annisa Bogor untuk mendapatkan penilaian dan masukan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pelayanan.
Proses tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan berbagai capaian yang sudah baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap aspek-aspek yang masih memerlukan peningkatan.
“Kami berharap proses survei ini memberikan masukan yang konstruktif bagi RS Annisa Bogor. Apa pun hasilnya nanti, yang paling penting adalah bagaimana kami dapat terus melakukan peningkatan mutu secara berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan bermutu,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya survei akreditasi ini, RS Annisa Bogor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat penerapan keselamatan pasien sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pelayanan.
Akreditasi menjadi salah satu langkah dalam perjalanan peningkatan mutu, sementara tujuan akhirnya tetap sama: memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.














