Bekasi, Mata Pena News – Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Bekasi bersama manajemen RS Medirossa Cikarang menggelar pertemuan dengan para penderita thalasemia dan orang tua di Kabupaten Bekasi.
Pertemuan yang berlangsung di lantai 3 RS Medirossa Cikarang, Jalan Industri Tegal Gede Nomor 09, Pasirsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (11/6/2026), menjadi wadah untuk menyampaikan keluhan, pengalaman, serta masukan terkait pelayanan kesehatan bagi pasien thalasemia.
Sebanyak 23 penderita thalasemia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang sebagian telah bekerja, hadir dalam kegiatan tersebut bersama orang tua masing-masing.
Kegiatan itu turut dihadiri Supriadi selaku Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Jamkeswatch FSPMI dan Haris Handoyo, Ketua RW 008 Desa Sukasari.
RS Medirossa Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Direktur RS Medirossa Cikarang, dr. Lisa Budiman, yang baru sekitar satu bulan menjabat, menyatakan dukungan dan perhatian terhadap pasien thalasemia.
Menurut Lisa, pihak rumah sakit memahami bahwa thalasemia merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan dan transfusi darah secara berkelanjutan.
“Manajemen RS Medirossa Cikarang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien thalasemia. Karena kami paham, ini bukan sakit yang diinginkan, dan tidak sembuh atau hilang dengan sekali atau dua kali transfusi. Seumur hidup pasien thalasemia membutuhkan transfusi darah,” kata Lisa dalam sambutannya.
Lisa menegaskan, perhatian terhadap pasien thalasemia menjadi salah satu hal yang perlu terus ditingkatkan agar mereka mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
POPTI Tampung Keluhan Orang Tua Pasien
Ketua POPTI Kabupaten Bekasi, Puspa Sari, mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk membuka ruang komunikasi antara orang tua pasien dengan pihak rumah sakit.
Puspa yang juga merupakan ibu dari dua anak penderita thalasemia tersebut mengajak para orang tua untuk menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang mereka hadapi selama menjalani pelayanan di RS Medirossa Cikarang.
“Kita ngobrol ringan-ringan saja, salah satunya apa yang dirasakan, keluhan dan masukan oleh orang tua thalasemia selama menjalani pelayanan di RS Medirossa Cikarang,” ujar Puspa.
Ia menjelaskan, selain mendapatkan jaminan melalui BPJS Kesehatan, kebutuhan darah bagi pasien thalasemia juga telah mendapatkan subsidi dari APBD Kabupaten Bekasi.
Menurut Puspa, keberadaan layanan transfusi yang lebih dekat dengan tempat tinggal pasien dapat membantu meringankan beban keluarga, terutama dari sisi waktu, biaya perjalanan, dan kondisi fisik pasien.
“Yuk, ajak teman atau saudara yang punya diagnosis sama agar tidak usah jauh-jauh transfusi darah. Kalau jauh, kita mesti berangkat pagi, ongkosnya besar dan capek di jalan,” tambahnya.
Dorong Kegiatan Donor Darah di Lingkungan RT dan RW
Selain membahas pelayanan bagi pasien thalasemia, Puspa juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu pemenuhan kebutuhan darah.
Ia berharap pengurus RT dan RW dapat mengajak warga di lingkungannya menggelar kegiatan donor darah secara rutin.
“Saya juga memohon agar masyarakat melalui RT dan RW ikut berkontribusi membantu pasien thalasemia dengan cara mengajak warga dan mengadakan kegiatan donor darah di lingkungannya,” harap Puspa.
Pertemuan tersebut berlangsung secara interaktif. Para orang tua dan penderita thalasemia dapat menyampaikan berbagai pengalaman serta masukan secara langsung kepada pihak manajemen RS Medirossa Cikarang.
Hingga berita ini diterbitkan, kegiatan masih berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh kekeluargaan.
*red/Hi














