CIBINONG | Mata Pena News – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor berkomitmen menjadikan olahraga tidak hanya sebagai sarana mencetak atlet berprestasi, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi pemanfaatan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) yang tersebar di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memaksimalkan seluruh fasilitas olahraga agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Arif, keberadaan GOM harus menjadi pusat aktivitas olahraga, pembinaan atlet, sekaligus ruang produktif yang mampu menghidupkan perekonomian lokal melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Fasilitas GOM yang ada di 40 kecamatan akan kami manfaatkan secara optimal. Selain untuk pembinaan atlet, fasilitas tersebut juga harus menjadi ruang yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pada tahun 2027 juga direncanakan pembangunan beberapa fasilitas olahraga baru untuk semakin memperkuat pembinaan olahraga di Kabupaten Bogor,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah mempersiapkan pembangunan pusat olahraga khusus cabang olahraga bela diri. Selama ini, menurutnya, Kabupaten Bogor belum memiliki fasilitas terpadu yang dapat menjadi pusat pembinaan atlet-atlet bela diri.
Keberadaan pusat olahraga tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat persiapan Kabupaten Bogor dalam menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Namun, Arif menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak boleh hanya diukur dari raihan medali semata. Fasilitas olahraga harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, setiap kegiatan olahraga yang diselenggarakan di GOM maupun ruang publik lainnya dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya, sehingga olahraga dan ekonomi dapat tumbuh secara beriringan.
“Kami ingin setiap fasilitas olahraga menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ketika masyarakat datang berolahraga, pelaku UMKM juga memperoleh manfaat ekonomi. Dengan demikian, olahraga bukan hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Arif optimistis sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, KONI, pengurus cabang olahraga, serta pelaku UMKM akan menciptakan ekosistem olahraga yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap Kabupaten Bogor tidak hanya dikenal sebagai daerah yang melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan ekonomi kreatif.
(Red)














