JAKARTA | Mata Pena News — Kabar duka menyelimuti kalangan aktivis jaminan sosial, gerakan buruh, dan pemerhati Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Indra Munaswar bin Sutan Saidi Nurul Bachri dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 2 September 2026, pukul 19.38 WIB.
Kabar berpulangnya Indra Munaswar disampaikan pihak keluarga melalui grup WhatsApp Diskusi JKN. Dalam pesan tersebut, keluarga memohon doa sekaligus meminta agar masyarakat memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.
Indra Munaswar dikenal sebagai salah satu aktivis yang cukup lama menyuarakan persoalan jaminan sosial, BPJS Kesehatan, dan isu ketenagakerjaan. Namanya pernah dikenal sebagai Koordinator BPJS Watch, sebuah lembaga yang aktif melakukan pengawasan dan advokasi terhadap penyelenggaraan jaminan kesehatan.
Dalam kiprahnya, Indra kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan maupun praktik penyelenggaraan jaminan kesehatan yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat. Ia juga aktif dalam isu-isu ketenagakerjaan dan gerakan buruh.
Catatan publik menunjukkan keterlibatan Indra Munaswar dalam berbagai persoalan ketenagakerjaan. Dalam sebuah persidangan di Mahkamah Konstitusi, misalnya, Indra tercatat memberikan kesaksian terkait persoalan pengawasan ketenagakerjaan dan pengalaman buruh dalam memperoleh dokumen hasil pemeriksaan.
Namanya juga tercatat dalam struktur Dewan Pembina Partai Buruh periode 2021–2026 sebagai sekretaris.
Kepergian Indra Munaswar meninggalkan duka bagi para aktivis yang selama ini berada dalam perjuangan yang sama, termasuk mereka yang bergerak dalam pengawalan jaminan sosial dan JKN.
Heri Irawan: Selamat Jalan Pejuang Jaminan Sosial
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI, Heri Irawan, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Indra Munaswar.
Menurut Heri, Indra merupakan sosok yang telah memberikan warna dalam perjalanan perjuangan advokasi jaminan sosial dan ketenagakerjaan di Indonesia.
“Atas nama pribadi, keluarga besar DPN Jamkeswatch FSPMI, serta seluruh relawan Jamkeswatch, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bung Indra Munaswar,” ujar Heri.
Heri mengatakan, perjuangan Indra dalam menyuarakan kepentingan masyarakat dan pekerja, khususnya terkait jaminan sosial dan pelayanan kesehatan, merupakan bagian dari catatan penting dalam perjalanan gerakan advokasi di Indonesia.
“Bung Indra adalah salah satu sosok yang konsisten menyuarakan persoalan jaminan sosial dan kepentingan masyarakat. Banyak pemikiran, kritik, dan perjuangannya yang menjadi bagian dari dinamika perjuangan untuk memastikan sistem jaminan sosial dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat,” katanya.
Heri juga menyampaikan bahwa kepergian Indra bukan berarti perjuangan untuk memastikan terpenuhinya hak masyarakat atas jaminan sosial harus berhenti.
“Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan bagi kita semua. Tetapi semangat dan perjuangan yang pernah beliau lakukan harus terus dilanjutkan. Bagi kami di Jamkeswatch, perjuangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak atas jaminan kesehatan akan terus berjalan,” tegas Heri.
Heri berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ucap Heri.
“Selamat jalan Bung Indra Munaswar. Terima kasih atas perjuangan, pemikiran, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah dan menjadi inspirasi bagi kami yang masih melanjutkan perjuangan.”
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Heri Irawan
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI
(*)














