ARSSI Bogor Raya dan FiberStar Dorong Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan melalui GO! NEXT 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR | Mata Pena News – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Bogor Raya berkolaborasi dengan FiberStar menggelar forum eksekutif GO! NEXT 2026 – The Future of Healthcare Technology, Kamis (27/8/2026), di Swiss-Belinn Bogor.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan insan rumah sakit, pemerintah, serta pelaku teknologi untuk membahas perkembangan digitalisasi dan masa depan teknologi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Ketua ARSSI Cabang Bogor Raya, dr. Yudhy Iskandar, MARS, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh rumah sakit seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan masyarakat.

“Perkembangan teknologi digital saat ini tidak bisa kita hindari, termasuk di sektor kesehatan. Rumah sakit harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif, efisien, terintegrasi, serta memberikan kemudahan bagi pasien,” ujar dr. Yudhy.

Menurutnya, kolaborasi antara rumah sakit dan perusahaan teknologi menjadi penting agar penerapan digitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi pelayanan kesehatan.

“Kami di ARSSI Bogor Raya melihat kolaborasi seperti ini sebagai kesempatan untuk membuka wawasan dan membangun sinergi. Teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat pelayanan, bukan justru menambah kompleksitas bagi tenaga kesehatan maupun pasien,” katanya.

Baca Juga:  tes

Dr. Yudhy menambahkan, digitalisasi rumah sakit tidak hanya berbicara mengenai penggunaan sistem teknologi, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, dan tata kelola yang baik.

“Digitalisasi bukan hanya persoalan menyediakan sistem atau jaringan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sumber daya manusianya siap, bagaimana data pasien dilindungi, dan bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat terhadap mutu serta keselamatan pasien,” tuturnya.

Dalam forum tersebut turut hadir Prof Makin Perdana Kusuma, SE, MM., PAD, CHRAL, CHRA, COCM serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pelayanan kesehatan.

Sementara itu, salah satu narasumber utama adalah Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes.

Kehadiran Kementerian Kesehatan dalam forum tersebut memberikan perspektif mengenai tata kelola pelayanan kesehatan rujukan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital sektor kesehatan.

Baca Juga:  HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Forum GO! NEXT 2026 mengusung tema “The Future of Healthcare Technology” dan diisi dengan seminar teknologi, networking, lunch, serta diskusi mengenai perkembangan teknologi yang dapat mendukung ekosistem pelayanan kesehatan.

Dr. Yudhy berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat melahirkan kolaborasi konkret antara rumah sakit, pemerintah, dan sektor teknologi.

“Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada diskusi. Ada gagasan, ada kolaborasi, dan pada akhirnya ada implementasi yang bisa memberikan dampak nyata bagi rumah sakit dan masyarakat.

Karena masa depan pelayanan kesehatan akan semakin membutuhkan teknologi yang terintegrasi, tetapi tetap menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan,” pungkasnya.

Kolaborasi ARSSI Bogor Raya dan FiberStar melalui GO! NEXT 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era digital, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang selaras dengan kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.

(*)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB