Festival Durian “Hajat Kadu” Angkat Tradisi Sedekah Bumi dan Potensi Durian Anta Jaya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR | Mata Pena News – Tradisi Sedekah Bumi dan potensi durian lokal Kabupaten Bogor akan dipadukan dalam Festival Durian “Hajat Kadu” Sedekah Bumi Tegal Hawuan 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026 di Tegal Hawuan, Desa Anta Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

Festival ini mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus promosi potensi pertanian dan produk lokal. Selain durian, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi ruang bagi petani, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah.

Kegiatan digagas Pamong Budaya Kabupaten Bogor bersama Cakra Karuhun Nusantara dan Kelompok Tani Hutan Giri Kembar. Festival mengusung tagline “Satu Bumi – Satu Rasa – Satu Bersama” dengan tema “Tradisi Lestari, Bumi Subur, Warga Makmur.”

Ketua Pamong Budaya Kabupaten Bogor, Kie Sumantri, mengatakan Festival Durian Hajat Kadu tidak hanya berorientasi pada kuliner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat dan memperluas promosi produk lokal.

“Festival ini bukan sekadar pesta durian. Ini adalah wujud syukur kepada Tuhan dan alam melalui tradisi Sedekah Bumi. Sekaligus menjadi panggung bagi petani dan UMKM lokal untuk bangkit,” ujar Kie Sumantri saat ditemui di lokasi, Selasa (12/8/2026).

Menurut Kie, kawasan Anta Jaya memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung perekonomian masyarakat.

Karena itu, Festival Hajat Kadu diharapkan mampu memperkenalkan potensi durian lokal Anta Jaya kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari luar Kabupaten Bogor.

“Kami ingin targetnya jelas, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat. Durian Anta Jaya ini potensinya besar. Lewat festival, kami perkenalkan ke khalayak lebih luas,” katanya.

Festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara petani, pelaku UMKM, komunitas budaya, masyarakat, dan wisatawan dalam satu kegiatan yang mengangkat potensi daerah.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan dalam Festival Hajat Kadu, mulai dari doa bersama Sedekah Bumi, pameran “Durian Lokal Pride”, bazar produk UMKM, hingga hiburan rakyat berupa Gelar Jaipongan Grup Emon dari Bekasi.

Tradisi Sedekah Bumi menjadi salah satu bagian utama kegiatan. Tradisi tersebut membawa pesan tentang rasa syukur atas hasil bumi sekaligus penghormatan terhadap lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak menikmati hasil pertanian, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan serta budaya yang tumbuh di lingkungan pedesaan.

Panitia menargetkan Festival Durian Hajat Kadu 2026 dapat menarik pengunjung dari wilayah Bogor maupun luar daerah. Selain menikmati durian lokal, pengunjung juga dapat merasakan suasana pedesaan dengan latar kawasan pegunungan.

Konsep “Makan Durian Sepuasnya” menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan dalam festival tersebut, dengan ketentuan pelaksanaan yang tentunya mengikuti aturan dan teknis yang ditetapkan panitia.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan peluang transaksi bagi masyarakat melalui penjualan durian, produk pertanian, makanan, kerajinan, serta berbagai produk UMKM.

Keterlibatan Kelompok Tani Hutan Giri Kembar menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.

Panitia berharap Festival Hajat Kadu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi agenda budaya dan ekonomi lokal yang secara berkelanjutan memperkuat identitas serta potensi Kabupaten Bogor.

“Mari kita jaga bumi, jaga tradisi, dan majukan produk lokal. Hadirilah Festival Durian Hajat Kadu. Rasakan keseruannya,” ajak panitia.

Dengan memadukan tradisi Sedekah Bumi, durian lokal, UMKM, seni budaya, dan potensi wisata, Festival Hajat Kadu diharapkan menjadi ruang bersama untuk melestarikan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Anta Jaya dan sekitarnya. (*)

Berita Terkait

Ini Baru Keren!!!!!!!!!Gen- Z Gelar’ Perayaan Malam Puncak HUT.RI.Ke-81 Di RW.02 Jatibening Baru,Warga Sangat Antusias
Muba Ekspo 2026 Digelar Sebulan Penuh, Ribuan Warga Padati Malam Pembukaan
Pemuda RT 05 Bringin Singgahan Gelar Jalan Sehat dan Lomba HUT RI ke-81
Meriah, Penutupan HUT RI ke-81 di Dusun 1 Ulak Paceh Ditutup Final Lomba Karaoke
Ratusan Anak TK dan KB Ikuti Lomba Mewarnai HUT ke-81 RI di Lawang Wetan
Jamuan Rakyat di Istana Bogor, Dedie Rachim: Momentum Kemerdekaan Tanpa Sekat
Semarak Kemerdekaan Warga 16 Ulu, Palembang, Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Beragam Lomba
HUT ke-81 RI di Kota Bogor, Dedie A. Rachim Ajak Warga Rajut Kebersamaan dan Jaga Kondusivitas
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:43 WIB

Ini Baru Keren!!!!!!!!!Gen- Z Gelar’ Perayaan Malam Puncak HUT.RI.Ke-81 Di RW.02 Jatibening Baru,Warga Sangat Antusias

Minggu, 13 September 2026 - 08:06 WIB

Muba Ekspo 2026 Digelar Sebulan Penuh, Ribuan Warga Padati Malam Pembukaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Pemuda RT 05 Bringin Singgahan Gelar Jalan Sehat dan Lomba HUT RI ke-81

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Festival Durian “Hajat Kadu” Angkat Tradisi Sedekah Bumi dan Potensi Durian Anta Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Meriah, Penutupan HUT RI ke-81 di Dusun 1 Ulak Paceh Ditutup Final Lomba Karaoke

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB