DNA Resmi Rilis Album Perdana OURORA;, Sajikan 18 Lagu Lintas Genre Elektronik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Duo DJ Indonesia, DNA, yang beranggotakan JayJax dan Mister Aloy, resmi merilis album perdana bertajuk OURORA; pada 3 Juli 2026. Setelah sukses dengan sejumlah single seperti Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice, DNA kini menghadirkan karya penuh yang merepresentasikan identitas musikal mereka secara lebih utuh.

Album OURORA; memuat 18 lagu dengan total durasi 1 jam 48 menit. Tidak terpaku pada satu genre, album ini tetap mempertahankan karakter khas Indo Bounce yang telah melekat pada DNA, sekaligus mengeksplorasi techno, dirty dutch, drum and bass, trap, hingga berbagai elemen musik elektronik lainnya.

Mister Aloy mengungkapkan bahwa keinginan untuk merilis album sebenarnya telah lama ada. Namun, proses penggarapan secara serius baru dimulai pada September 2023.

“Dari dulu memang pengen (rilis musik). Tapi baru ada kesempatan untuk buat rilisan yang ‘disengaja’ itu dari September 2023. Akhirnya kita keluarkan per quarter single-single yang akan ada di OURORA; dengan genre yang tidak kita mainkan saat di club. Sengaja kita lakukan ini karena selain memberitahu dunia, ‘ini lho warna gue’, kita juga mau mengedukasi fanbase tentang arah musik yang akan DNA ambil lewat OURORA;,” ujar Mister Aloy.

Tak hanya menawarkan eksplorasi musikal, OURORA; juga dirancang sebagai pengalaman visual yang menyatu dengan konsep albumnya. Ilustrasi sampul karya Elsha Graciella menggambarkan matahari terbit yang dipadukan dengan berbagai elemen dunia nyata sebagai representasi perjalanan dan cita-cita DNA.

Menurut Mister Aloy, kelompok burung yang terbang menuju cakrawala melambangkan seluruh tim yang telah berjuang bersama sejak awal, bukan hanya dirinya dan JayJax.

“Untuk album art, kita ingin menuangkan cita-cita DNA ke dalamnya. Mulai dari kelompok burung yang terbang menuju cakrawala. DNA yang aku maksud bukan cuma Mister Aloy dan JayJax, tapi seluruh tim yang telah membantu kita dari nol. Album ini adalah jerih payah kerja keras kita semua,” katanya.

Berbagai simbol lain turut disematkan dalam ilustrasi tersebut. Tiang listrik dengan kabel yang semrawut merepresentasikan lika-liku perjalanan hidup, layangan Bali menjadi simbol sisi jenaka yang selalu mereka pertahankan, sementara matahari melambangkan mimpi menjadi “bintang” tanpa kehilangan kerendahan hati, yang divisualisasikan melalui hamparan air yang tenang.

Dalam proses produksinya, DNA turut berkolaborasi dengan sejumlah musisi. JayJax, yang berperan sebagai DJ sekaligus produser, bekerja bersama Gamaliel Abram Pradipta dan Alvagracia Immanuel untuk menyusun keseluruhan materi album.

“Merupakan mimpi semua musisi untuk bisa membuat full-length album. Sangat senang dengan produk akhir yang kita bawakan ke dunia. Aku rasa komposisi lagu-lagu di dalamnya punya rasio yang sehat antara lagu-lagu komersial dan idealisme kami berdua sebagai DJ,” ujar JayJax.

Album dibuka melalui lagu Who tf are we, yang menjadi perkenalan DNA kepada para pendengar melalui percakapan candid antara Mister Aloy dan JayJax mengenai perjalanan serta harapan mereka ke depan.

Perjalanan kemudian berlanjut lewat Quest of The Sea, lagu yang menghidupkan kembali nuansa trap tradisional yang menjadi fondasi awal karier DNA sejak era perilisan Bass Up pada 2018. Judulnya, yang berarti “Pencarian di Lautan”, menjadi metafora awal perjalanan duo tersebut.

Lagu ini bertransisi secara seamless menuju Two Heads, trek yang terbagi dalam dua bagian dengan perpindahan intens dari trap menuju techno. Sementara itu, lagu ketiga bertajuk PAIN menjadi kolaborasi perdana DNA bersama PARKZ, MC yang selama ini kerap mendampingi mereka dalam berbagai penampilan langsung.

PARKZ turut mengisi tiga lagu dalam album ini sekaligus mengambil alih penulisan liriknya. Sentuhan emo dan punk yang menjadi karakter khas PARKZ kemudian dipadukan dengan lanskap musik techno, menghasilkan warna baru dalam eksplorasi musikal DNA melalui OURORA;.

Red

Berita Terkait

Olivia Rodrigo Dirumorkan Dekat dengan Julian Croonenberghs, Ini Profil dan Fakta yang Diketahui
Ruben Onsu Besok Siap Hadiri Mediasi Gugatan Hak Asuh Anak dengan Sarwendah di PN Jakarta Selatan
Kuasa Hukum Tegaskan Mayoritas Isi Rumah Berasal dari Endorsement Ruben Onsu
Arie Untung Baru Sadar Besarnya Kebanggaan Sang Ayah, Kenangan di Audisi MTV Jadi Penyesalan yang Tak Terlupakan
Komedian Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Komnas Anak Desak Ruben Onsu dan Sarwendah Akhiri Konflik Demi Masa Depan Anak
Rayakan 30 Tahun Berkarya, Ungu Gelar Konser Spektakuler “Waktu Yang Dinanti: Final Chapter”
Kenakan Baju Putih di Sidang Putusan Cerai, Wardatina Mawa: Awal dan Akhir Pernikahan Saya Simbolnya Sama
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:27 WIB

Olivia Rodrigo Dirumorkan Dekat dengan Julian Croonenberghs, Ini Profil dan Fakta yang Diketahui

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:04 WIB

Ruben Onsu Besok Siap Hadiri Mediasi Gugatan Hak Asuh Anak dengan Sarwendah di PN Jakarta Selatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:57 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Mayoritas Isi Rumah Berasal dari Endorsement Ruben Onsu

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:27 WIB

Arie Untung Baru Sadar Besarnya Kebanggaan Sang Ayah, Kenangan di Audisi MTV Jadi Penyesalan yang Tak Terlupakan

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:06 WIB

Komedian Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB