Redaksi Berkisah,
: Kisah Abdul Muthalib, Penjaga Ka’bah, Kakek Nabi Muhammad SAW
Oleh : Rudi Irawan
Pembaca yang selalu di rahmati Allah SWT, di edisi hari ini MatapenaNews menyuguhkan cerita kisah Kakek Nabi Muhammad SAW,
Sang Penjaga Ka’bah di tengah gurun tandus Makkah yang dijaga oleh kesetiaan kabilah Quraisy, lahirlah seorang pemuka suku yang kelak akan dikenang sebagai penjaga kehormatan Ka’bah dan leluhur Nabi terakhir:
Abdul Muthalib bin Hasyim. Nama aslinya adalah Syaibah, namun ia lebih dikenal sebagai Abdul Muthalib, nama yang melekat sejak ia diasuh oleh pamannya di Makkah.
Abdul Muthalib dikenal sebagai sosok yang bijaksana, disegani, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia memegang kehormatan sebagai penjaga Ka’bah dan memiliki tanggung jawab atas air zamzam yang suci.
Salah satu kisah paling masyhur dalam hidupnya adalah saat ia dengan tegar menghadapi ancaman pasukan bergajah pimpinan Abrahah, yang berniat menghancurkan Ka’bah. Ketika ditanya mengapa ia tidak melawan, Abdul Muthalib menjawab dengan penuh iman: “Ka’bah memiliki Pemilik-Nya sendiri yang akan melindunginya.” Dan benar, Allah mengirim burung-burung Ababil yang menggagalkan misi Abrahah.
Abdul Muthalib juga dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai cucunya, Nabi Muhammad. SAW Setelah wafatnya ayah Nabi, Abdullah, dan ibunya, Aminah, Abdul Muthalib mengambil peran sebagai pelindung dan pengasuh Nabi kecil. Dalam pangkuannya, Nabi Muhammad SAW, tumbuh dengan kasih sayang dan perhatian, hingga Abdul Muthalib wafat ketika Nabi Muhammad SAW, berusia sekitar delapan tahun.
Warisan Abdul Muthalib bukan sekadar garis keturunan, melainkan nilai-nilai kemuliaan, kehormatan, dan keimanan yang kelak akan diwarisi dan disempurnakan oleh cucunya, Nabi Muhammad SAW
Salam hormat,
Tim Redaksi MatapenaNews














