Bamsoet Dukung Presiden Prabowo Dorong TNI-Polri Perkuat Ketahanan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 06:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News – Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung Presiden Prabowo Subianto yang meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya TNI dan Polri, untuk memperkuat keseluruhan aspek ketahanan nasional. Ketahanan negara pada semua aspeknya harus kokoh agar mampu merespons segala bentuk rongrongan yang akan memperlemah pondasi negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam rapat pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2025 kemarin, Presiden Prabowo mengemukakan ungkapan tentang negara gagal. Ciri khas negara yang gagal adalah tentara dan polisi yang gagal. Begitupula apabila sebuah negara hendak dihancurkan, maka lawan akan memperlemah tentara, polisi, dan intelijen. Sebab, TNI dan Polri adalah dua institusi yang mewujudnyatakan kehadiran negara, penegak kedaulatan, dan wujud nyata dari eksistensi negara.

“Pernyataan Presiden Prabowo itu sangat mendasar dan responsif. Saya memaknainya sebagai kehendak baik dan kesungguhan Presiden menanggapi aspirasi dan gelisah masyarakat yang setiap hari melihat dan mencatat sejumlah indikator tentang melemahnya ketahanan nasional di berbagai sektor, utamanya ekonomi dan penegakan hukum. Kecenderungan itu juga diakibatkan oleh melemahnya fungsi dan kontribusi beberapa institusi negara,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (31/1/25).

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, Presiden Prabowo telah berupaya membangun kembali ketahanan ekonomi nasional dari puing-puing kehancuran puluhan juta unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dari sekitar 65,5 juta unit UMKM, tidak kurang dari 48,6 persen telah dinyatakan bangkrut akibat tekanan bertubi-tubi oleh faktor eksternal.

Penyebab utamanya adalah banjir produk impor yang dijual di pasar dalam negeri dengan harga dumping. Fakta ini menyebabkan 30,5 persen UMKM kehilangan permintaan dari dalam negeri dan menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia sama sekali tidak terlindungi oleh kebijakan institusi negara.

Baca Juga:  tes

“Konsekuensinya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berkelanjutan tidak terhindarkan. Inilah salah satu wujud pelemahan pada aspek ketahanan nasional,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, wujud lain dari pelemahan ketahanan nasional adalah penegakan hukum yang mengingkari prinsip, nilai dan azas keadilan. Alih-alih dihormati dan disegani, institusi penegak hukum sekarang ini justru terus dicemooh oleh masyarakat kebanyakan karena mempraktikan tebang pilih.

Masyarakat melihat bahwa pisau penegakan hukum hanya tajam ke bawah, namun tumpul ke atas. Jika kecenderungan seperti ini terus berlanjut, kualitas ketertiban umum menjadi taruhannya.

“Presiden telah dengan sungguh-sungguh merasakan dan memahami aspirasi serta gelisah masyarakat. Sangat bijaksana jika presiden kemudian mendorong TNI-Polri untuk terus bekerja keras mewaspadai upaya pelemahan NKRI yang dilakukan dari berbagai aspek,” kata Bamsoet. (*)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB