Inovasi Ini Bikin Putra Bojonegoro Jadi Hero

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi besar untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis sinar surya, dengan rata-rata intensitas cahaya 4,8 kWh/m² per hari dan luas wilayah 2.307 km². Selain mendukung target nasional bauran EBT 17-19% pada 2025,

Pengembangan ini dapat memberikan akses energi bersih yang terjangkau, terutama di wilayah terpencil. Namun produksi sel surya masih melibatkan bahan kimia berbahaya seperti silicon tetrachloride dan timbal, yang berisiko mencemari lingkungan.

Alumni Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER) yang adalah putra daerah Bojonegoro, Muhammad Mustofa Bisri, memiliki visi memanfaatkan potensi energi surya di kampung halamannya. Melalui teknologi Perovskit Halida,

Ia menggunakan gamma-valerolactone (GVL) sebagai pelarut ramah lingkungan dari biomassa, seperti limbah tebu dan singkong. Inovasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi panel surya sekaligus mengurangi biaya dan dampak lingkungan teknologi konvensional.

“Dari berbagai jenis pengembangan energi terbarukan, energi surya merupakan salah satu energi yang paling mudah untuk diaplikasikan terutama untuk sektor rumah tangga.

Sayangnya ukuran panel surya yang besar dan harganya yang cukup mahal, menjadi alasan orang ragu untuk mengadopsinya. Melalui teknologi Perovskit Halida, pembuatan panel surya jadi lebih terjangkau dan ramah lingkungan,” ujar Bisri.

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

Perovskit Halida adalah teknologi panel surya berbentuk lembaran tipis yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Teknologi ini juga lebih ramah lingkungan dibandingkan panel surya konvensional.

Dalam produksinya, Perovskit Halida menggunakan gamma-valerolakton (GVL) sebagai pelarut, yang berasal dari bahan alami seperti asam levulinat dan isopropil alkohol. Asam levulinat dibuat dari limbah tumbuhan, seperti batang tebu, singkong, hingga limbah tahu. Sementara isopropil alkohol adalah cairan alkohol dengan senyawa organik.

“Di wilayah saya, pengembangan energi surya sudah mulai diterapkan, terutama di perkantoran. Harapan saya, dengan inovasi pembuatan panel surya yang lebih terjangkau, efisien, dan ramah lingkungan, pemanfaatan energi bersih akan semakin meningkat,” jelas Bisri.

Dengan dukungan dosen Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER), Gede W.P. Adhyaksa, Ph.D., dan Ika D. Widharyanti, Bisri berhasil mengembangkan penelitian berbasis simulasi menggunakan perangkat lunak ASPEN Plus. Penelitian tersebut menunjukkan Perovskite Halida mampu menangkap energi cahaya dengan stabil, mencapai efisiensi konversi daya 26%, setara dengan monokristalin silikon. Temuan inovatif ini bahkan berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Energy Technology, yang terindeks Scopus, menegaskan kontribusinya dalam pengembangan energi bersih.

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

Sebagai kampus yang berorientasi pada bisnis dan energi serta tumbuh di lingkungan industri, rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS., IPU., mengapresiasi hasil penelitian kolaborasi antara mahasiswa dan dosen.

“UPER secara konsisten mendukung pengembangan energi bersih sebagai bagian dari komitmen terhadap inovasi berkelanjutan dan solusi atas tantangan global. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai penelitian berkualitas tinggi yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, sebagai bukti nyata peran UPER dalam kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Kami juga bangga bahwa UPER

Berhasil meraih penghargaan Anugerah Diktiristek 2024 sebagai Institusi Klaster Madya dengan Skor Publikasi Ilmiah Tertinggi sepanjang 2023 dan 2024, yang menegaskan posisi kami sebagai institusi unggul dalam riset dan inovasi,” tutup Prof. Wawan.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB