TIM PORA Diduga 86! Mahhul Lutfi: Bongkar Skandal Gratifikasi dan Permainan Busuk TIM PORA Lindungi PT BJA

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 13:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gorontalo | Mata Pena News – 17 Oktober 2024 – Mahhul Lutfi, Ketua Jaringan Pemantau Lingkungan Hidup dan Hutan (JPLLH) Provinsi Gorontalo, meledak dengan kemarahan saat menanggapi kunjungan 17 instansi yang tergabung dalam TIM PORA ke PT Biomasa Jaya Abadi (BJA). Kunjungan yang seharusnya untuk pengawasan orang asing justru diwarnai dengan dugaan gratifikasi dan pelanggaran wewenang yang mencolok. TIM PORA dinilai dengan sengaja melenceng dari tugas pokok mereka dan malah bertindak bak juru bicara perusahaan, menyatakan bahwa seluruh operasional PT BJA sudah “aman dan sesuai aturan.”

“Omong kosong! Ini jelas permainan kotor! Bagaimana bisa mereka tiba-tiba jadi ahli legalitas perizinan perusahaan? Tugas mereka kan cuma ngawasin orang asing, bukan jadi pengesah bisnis!” tegas Lutfi penuh kemarahan. Menurutnya, pernyataan Ketua TIM PORA yang dengan santai bilang semua izin PT BJA beres adalah penghinaan terhadap akal sehat publik. “Mereka ini main mata atau memang pura-pura bodoh? Tidak ada verifikasi dari otoritas teknis, dan tiba-tiba bilang semuanya legal. Ini jelas permainan busuk dan sarat konflik kepentingan!” Lutfi menambahkan dengan nada geram.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Tidak berhenti di situ, Lutfi menuding Kepala Kanwil Hukum dan HAM Gorontalo dan Kadiv Imigrasi bermain api dengan publik. “Jangan kira rakyat bodoh! Jelaskan bagaimana mereka bisa menyimpulkan soal izin ini! Apa mereka benar-benar memeriksa atau cuma dapat amplop tebal?” serunya lantang, mendesak transparansi penuh. Ia juga menantang 17 instansi yang terlibat untuk jujur apakah mereka memang ikut mengesahkan dokumen perizinan atau cuma jadi penonton.

“Kalau ini terus dibiarkan, ini akan jadi skandal besar! Kita sedang bicara tentang potensi gratifikasi di balik layar yang membuat TIM PORA berubah jadi pelindung perusahaan nakal!” ujar Lutfi. Ia mencium bau busuk di balik kunjungan yang berfokus pada PT BJA, padahal seharusnya perusahaan lain juga diperiksa. “Kenapa cuma BJA? Apakah ini upaya untuk menutup-nutupi sesuatu yang lebih busuk? Apa yang sebenarnya sedang mereka lindungi?”

Baca Juga:  18 Pejabat Dilantik Prabowo, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru

Lutfi menuntut investigasi menyeluruh dari pihak independen untuk membongkar skandal ini. “Kalau tidak ada audit serius, publik akan semakin yakin bahwa ada amplop besar yang beredar untuk melicinkan pernyataan ini. TIM PORA sudah keluar jalur dan ini harus segera dihentikan!” Dengan tegas, JPLLH akan terus mengawasi dan memastikan permainan kotor ini dibongkar tuntas.

“Publik tidak bodoh, dan kami tidak akan diam!” Lutfi menutup dengan peringatan keras. “Ini baru awal, dan kita akan lihat siapa yang jatuh di permainan kotor ini!”

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB