Kolaborasi Tiga Entitas Jadi Kunci Atasi Job-Education Mismatch

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 Oktober 2024 - 16:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Kementerian Ketenagakerjaan menyebut job-education mismatch menjadi tantangan signifikan dunia kerja Indonesia saat ini. Yaitu ketidaksesuaian antara keterampilan yang diperoleh selama pendidikan, dengan kecakapan yang dibutuhkan oleh industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H Afriansyah Noor, M.Si., IPU., mengatakan bahwa fenomena ini menyebabkan lulusan mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan meski mengantungi gelar akademis.

“Masalah ini paling terlihat pada lulusan SMK dan perguruan tinggi yang tidak langsung siap memasuki dunia kerja, karena kurangnya keterampilan praktis yang relevan.

Sekitar 45% lulusan SMK yang mengikuti pelatihan kerja, harus belajar kembali keterampilan yang semestinya sudah mereka kuasai di sekolah.

Ketidaksesuaian ini mengakibatkan inefisiensi,” kata Afriansyah pada gelaran Integrated Career Expo 2024 (ICE UP) yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina (2/10/2024)

Untuk memaksimalkan serapan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing, lanjut Afriansyah, pemerintah memfasilitasi calon tenaga kerja melalui berbagai pelatihan yang mendukung keterampilan. Serta implementasi pembelajaran secara praktis ke lingkup pendidikan yang bekerja sama dengan berbagai industri.

Misalnya menggandeng perusahaan otomotif ternama Toyota dan Hyundai untuk membangun laboratorium di sekolah-sekolah guna membangun keterampilan yang dibutuhkan oleh industri otomotif.

Gelaran ICE UP 2024 merupakan acara kolaborasi antara Universitas Pertamina, Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, dan KarirHub.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Kegiatan ini diselenggarakan pada 2 hingga 3 Oktober 2024 di Universitas Pertamina. Sebanyak 19 perusahaan berpartisipasi dalam job fair ini, termasuk di dalamnya sub holding Pertamina, yaitu Pertamina Hulu Energi

Pertamina Kilang International, Pertamina Gas Negara, serta beberapa perusahaan seperti BNI, Asuransi Tugu, Leader Kontraktor Indonesia (LKI), Ruangguru dan lainnya. Sebanyak 4.000 pencari kerja dari berbagai daerah dan latar belakang membanjiri acara tersebut.

Kepala Pusat Pasar Kerja, Muchamad Yusuf, ST, M.Si., yang turut hadir, memandang penyelenggaraan expo sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara tiga entitas penting, yaitu industri, pemerintah, dan pendidikan.

“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, penting untuk meningkatkan daya saing SDM seiring dengan perkembangan industri yang dinamis. Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan mendorong sinergitas industri, pendidikan dan regulatir melalui program pusat informasi kerja, program peningkatan kreativitas dan pengembangan talenta muda,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Abimanyu Suryadi, Manager HC Services PT Pertamina Hulu Energi dan Yulianto, Manager HC Operation PT Kilang Pertamina Internasional dalam sesi sharing kepada para pencari kerja, menekankan pentingnya penguasaan kecakapan dan pemahaman perusahaan yang dituju pencari kerja.

“Hal yang sebaiknya dipersiapkan dalam proses pencarian kerja yaitu mengetahui dengan baik perusahaan yang dituju. Sebagai HC saya sering kali menemui kandidat yang tidak tahu tentang perusahaan yang dituju. Ini menandakan bahwa kandidat tidak siap mengikuti proses rekrutmen,” ungkap Abimanyu.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Sejalan dengan keterangan Abimanyu, Yulianto menambahkan bahwa Pertamina mengharapkan talenta yang telah siap menjadi Perwira Pertamina dengan mengikuti berbagai proses rekrutmen.

“Pertamina memiliki beberapa tahap dalam rekrutmen pekerja. Sebaiknya kandidat memiliki kesiapan dalam setiap prosesnya yang dimulai dari seleksi administrasi, tes psikotes, wawancara dan medical check up,” tambah Yulianto.

Sementara Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., menyampaikan bahwa institusi pendidikan, khususnya Universitas Pertamina, berkomitmen untuk mendorong kesiapan lulusan agar sesuai dengan kebutuhan industri melalui berbagai inisiatif strategis.

“Melalui penguatan kurikulum yang relevan dengan perkembangan industri serta berbagai program yang melibatkan mahasiswa, seperti riset bersama dosen, kerja praktik,

“Dan magang industri, Universitas Pertamina berupaya membangun lulusan yang unggul. Selain itu, gelaran Career Expo ke-3 ini, yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan pada tahun 2022 dan 2023, serta kerja sama dengan industri, turut membuka peluang bagi lulusan untuk berkontribusi secara efektif di dunia kerja,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB