BPDAS Bone Bolango Libatkan LSM untuk Monitorin Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Gorontalo

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024 - 15:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo | Mata Pena News –  Upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Provinsi Gorontalo menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembalikan fungsi ekosistem hutan. Program RHL

Yang dijalankan oleh Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango ini bertujuan untuk memulihkan, mempertahankan,

Dan meningkatkan produktivitas serta daya dukung hutan dan lahan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat berperan besar dalam menjaga sistem penyangga kehidupan di wilayah tersebut.

Sejak tahun 2022, BPDAS Bone Bolango telah bekerja sama dengan berbagai kelompok tani di Provinsi Gorontalo untuk mengimplementasikan program RHL.

Kegiatan ini telah mencakup beberapa wilayah dengan skala lahan yang cukup luas, bertujuan untuk menanam kembali kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat pembukaan lahan secara ilegal.

Pada tanggal 4 September 2024, BPDAS Bone Bolango menggandeng dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),

Yaitu LSM Kibar dan LSM Gerhana, untuk melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan Program Perbaikan dan Penghijauan (P2 RHL) di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga:  Puluhan Jurnalis FWBS Suarakan Independensi Pers, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor

Menurut laporan hasil monitoring dari LSM Kibar, kegiatan RHL yang dilaksanakan BPDAS Bone Bolango sangat layak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Program tersebut,

Selain untuk menjaga dan meningkatkan fungsi ekosistem hutan, juga bertujuan untuk mengurangi risiko bencana alam seperti banjir, yang kerap terjadi akibat hutan yang gundul. Lahan di Provinsi Gorontalo,

Berdasarkan data, telah mengalami degradasi signifikan dengan lebih dari 200 ribu hektar hutan rusak akibat pembalakan liar oleh oknum masyarakat.

Sebagai solusi untuk pemulihan lahan yang gundul,

BPDAS Bone Bolango bersama kelompok tani lokal telah melakukan penanaman berbagai komoditas produktif tahunan seperti jambu mete, rambutan, cengkeh, dan durian.

Salah satu contoh keberhasilan kegiatan ini terlihat di Desa Ilomata, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo,

D mana kelompok tani telah menanami lahan seluas 100 hektar. Di Desa Rumbiah, Kabupaten Boalemo, kelompok tani juga berhasil menanam komoditas di lahan seluas 70 hektar.

Beberapa komoditas yang ditanam bahkan telah mulai berbuah, dan hasil panen diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

Baca Juga:  Tiga Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Bogor Disiapkan, Rudy Susmanto Dorong Perlindungan dan Pelayanan Masyarakat

Kamarudin, perwakilan dari LSM Kibar, menyatakan harapannya agar BPDAS Bone Bolango dapat terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

“Kegiatan RHL ini tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap ada investor yang bersedia membeli komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat, sehingga mereka semakin termotivasi untuk menjaga tanaman yang sudah ditanam,” ujar Kamarudin.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program RHL harus terus didorong di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Hal ini penting untuk mencegah terjadinya perusakan hutan lebih lanjut akibat pembukaan lahan secara ilegal. “Jika semua pihak terlibat, kita bisa mencegah pembalakan liar dan menjaga kelestarian hutan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang masa depan kita bersama,” pungkasnya.

BPDAS Bone Bolango sendiri menyatakan komitmennya untuk terus memajukan program RHL, dengan terus melibatkan LSM, kelompok tani, dan pemerintah daerah.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak lingkungan yang positif, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB