SMA Negeri 1 Tajurhalang Klarifikasi Terkait Kisruh Zonasi PPDB

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Juli 2022 - 13:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SMA Negeri 1 Tajurhalang

SMA Negeri 1 Tajurhalang

Reporter : Rudi

Tajurhalang | MATAPENANEWS.com – SMA Negeri 1 Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor mengklarifikasi terkait Kisruh Zonasi PPDB Tahun 2022. Pada Jumat (15/7/2022).

Seperti yang diberitakan beberapa media sebelumnya SMA Negeri 1 Tajurhalang telah digerudug oleh orang tua calon siswa pada hari Senin, 11 Juli 2022 memprotes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat sistem zonasi yang dinilai selain merugikan sehingga anaknya tidak dapat lolos seleksi, mereka mempertanyakan hasil seleksi yang dianggap janggal, jarak sekolah dengan rumah mereka sekitar 400 meter namun dianggap tidak memenuhi syarat.

Baca Juga:  Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Budi Sanjaya, SE., selaku Humas SMA Negeri 1 Tajurhalang menjelaskan pada awak  media, bahwa yang membuat anak tersebut tidak lolos seleksi adalah karena mereka salah menempatkan titik koordinatnya “Jadi siswa tersebut berasal dari sekolah SMP “A” yang statusnya masih terdaftar, jadi menginduk disekolah SMP “I” lokasinya di Kalisuren yang mau masuk ke Perumahan Inkopad.

Baca Juga:  UGG Tampil di ICCIT 2026, Dosen Paparkan Riset Digitalisasi Bisnis Fotografi

“Ketika kita tarik garis dari sini kesana memang betul jaraknya 2.520 m, wajar jika dia tidak lolos sistem, karena sistem yang kita butuhkan jarak terjauh pendaftaran dari 50% zonasi itu 1.804 m,¹1 jadi itu yang menyebabkan tidak lolos karena salah menempatkan titik koordinat yang tidak sesuai alamat KK,” ungkapnya.

Sebagai penutup “Saya berharap untuk kedepan nya PPDB berjalan lancar,” ucap Humas SMA Negeri 1 Tajurhalang.

Berita Terkait

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik
UGG Tampil di ICCIT 2026, Dosen Paparkan Riset Digitalisasi Bisnis Fotografi
Lewat Riset Hidrogen, Mahasiswa UPER Sabet Juara 1 Young Scientist Competition 2026
Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan
Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat?
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Ratusan Anak TK dan KB Ikuti Lomba Mewarnai HUT ke-81 RI di Lawang Wetan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Guru Besar UPER: Transisi Otomotif Indonesia Perlu Diversifikasi Energi, Tak Cukup Kendaraan Listrik

Jumat, 25 September 2026 - 06:55 WIB

UGG Tampil di ICCIT 2026, Dosen Paparkan Riset Digitalisasi Bisnis Fotografi

Rabu, 23 September 2026 - 15:11 WIB

Lewat Riset Hidrogen, Mahasiswa UPER Sabet Juara 1 Young Scientist Competition 2026

Selasa, 15 September 2026 - 07:55 WIB

Lantik Lebih dari 1.700 Mahasiswa Baru, UPER Siapkan Talenta Strategis Masa Depan

Kamis, 10 September 2026 - 08:41 WIB

Aktivitas Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, Pakar UPER Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB